Pupuh Ginanti: “Dharma Stiti”

“Dharma Stiti”

Kawit Bapa jani nyawus,

Ane madan Dharma Stiti,

Krunane malu artiang,

Dharma patut kategesin,

Stiti ne hidup tegesnya,

Ento angkep dados siki.

Renungan:

Sekar Alit (Pupuh Ginanti) di atas mengandung sebuah pesan bahwa Umat manusia atau Sisya Sista yang dibekali dengan Tri Pramana (Bayu, Sabda, dan Idep) hendak dalam melaksanakan Dharma Kahuripan ini  diawali dengan upaya (utsaha) untuk mengetahui, memahami, memaknai dulu segala apapun itu, selanjutnya menyatukan dan mensinergikan pengetahuan, pemahaman dan pemaknaannya itu sebagai bahan untuk melakukan tarka bagi sang Diri (Jiwatman) yang putarannya secara internalisasi dan eksternalisasi, sehingga dari tarka itu akan muncul sebuah kesadaran dari sang Diri. Dengan kesadaran itulah baru kemudian mengaktualisasikan pengetahuan itu  dalam bentuk prilaku kebajikan dalam hidup yang disebut Dharma Stiti (Dharma Kahuripan). Pesan yang lainnya juga mari satukan antara Dharma dan Stiti, karena Dharma tanpa Stiti tidak berarti apa-apa ?, demikian pula Stiti tanpa Dharma maka kehidupan akan hancur. Sadarlah wahai engkau kesadaran…, Keto Kone…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s